MENU TUTUP

Program Pertanian Masuk Sekolah,  SMAN 15 Pekanbaru Panen Bayam 200 Kg

Ahad, 02 Februari 2020 | 21:02:10 WIB | Di Baca : 3420 Kali
Program Pertanian Masuk Sekolah,  SMAN 15 Pekanbaru Panen Bayam 200 Kg

 

SeRiau,- Setelah panen pertama awal januari lalu, kini SMAN 15 Pekanbaru kembali memanen hasil sayuran program Pertanian Masuk Sekolah (PMS), Jumat (31/1) pagi. Program PSM ini merupakan program dari Kementerian Pertanian RI guna menjalankan berbagai program pertanian salah satunya tanaman sayur sayuran.

" Ya, alhamdulillah, saya bersama guru dan siswa kembali memanen hasil tanaman sayuran bayam. Januari lalu, kita juga panen perdana sayuran hidroponik," kata Kepala SMAN 15 Pekanbaru, Dra.Hj.Elmi Gurita.MPd, Minggu (2/2)

Dikatakan Elmi, panen sayuran bayam dari program Pertanian Masuk Sekolah ini mencapai 50 kilogram setiap bedeng. Jumlah bedeng yang ditanami sayuran bayam ada 4 bedeng dengan panjang satu bedeng puluhan meter. Jumlah berat keseluruhan tanaman sayuran bayam yang dipanen mencapai 200 kg." Awal januari 2020 lalu kita tanam dan sekarang kita menikmati hasil panennya. Umur sayur bayam itu paling lama 25 hari, sudah bisa kita panen," kata Elmi.

Hasil panen masing masing kelompok, kata Elmi, ada yang dijual pada teman, guru dan masyarakat sekitar sekolah. Uang hasil penjualan panen sayur bayam, ada yang dibelikan ke bibit dan pupuk lagi." Memang, ada uang hasil panen digunakan beli bibit dan pupuk untuk tanaman sayuran berikutnya. Dan minggu depan kita juga akan panen sayuran kangkung," katanya (zal)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital